Anggota Fortamas LIPI
BANDUNG,SUBANG DAN KARANGSAMBUNG

Media ini merupakan alat promosi usaha anda, bila anda ingin bergabung silahkan kirim e-mail pada :

fortamas.lipi.bdg@gmail.com

Kamis, 19 Juli 2007

UNDANGAN SEMINAR KEHUMASAN

Forum Pranata Humas LIPI akan menyelenggaraan seminar kehumasan dalam rangka meningkatkan kemampuan SDM kehumasan dengan tema “Komunikasi dalam Peningkatan Citra Kantor Pemerintah”, yang akan diselenggarakan pada:

Hari, tanggal :Selasa, 24 Juli 2007

Tempat :Ruang Seminar Gedung 10 Komplek LIPI Bandung Jl. Sangkuriang Bandung 40135

Waktu :08.00 WIB s.d. selesai

Pembicara :

1. Dr. Dewi K. Soedarsono (Praktisi Humas)

2. Para Kandidat Pranata Humas LIPI Terbaik

Biaya :Rp 50.000,00 (Snack, Makan Siang, dan Sertifikat)

Pendaftaran terakhir Senin, 23 Juli 2007,

Contact Person: Hanif Fakhrurroja Telp. 022-2503053; HP. 0818647004 ;

email: hanifoza@gmail.com

Penguman ini sebagai undangan resmi untuk umum, mahasiswa, kepala dan staff Humas di lingkungan pemerintahan/lembaga/departemen dan BUMN/BUMND

PRANATA HUMAS AGAR BERINOVASI DAN PROFESIONAL DALAM MENJALANKAN TUGAS
Jakarta, 17/7/2007 (Kominfo-Newsroom) - Kepala Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan IPTEK LIPI, Dr. Neni Sinta Wardani mengatakan, Pranata Humas (PH) agar ber inovatif dan Profesional dalam menjalankan tugas se hari-hari sebagai petugas Humas.
Pranata Humas juga diminta dapat memberikan penjelasan sesuatu hal yang baik dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang lain,"kata Neni pada pembukaan seminar Forum Pranata Humas(Fortamas) LIPI Jakarta, selasa (17/7).
Membangun kepribadian yang cerdas,inovatif, kompetitif dalam melaksanakan tugas kehumasan, diakuinya, memang sulit, tapi juga dinilai gampang.
Cerdas, artinya kalau gagal di satu tempat agar mencari peluang di tempat yang lain dalam arti positif, inovatif selalu mencari hal-hal yang baru untuk perbaikan metode yang sudah ada dan kompetitif mau berdaya saing dan tidak mudah terkalahkan, serta tidak mudah menyerah.
Sementara Kepala Bagian Humas LIPI, Murti Martoyo,MM selaku pembina harian Fortamas LIPI mengatakan, seminar tersebut dalam rangka HUT ke -40 LIPI, untuk memberikan wawasan kepada Pranata Humas di lingkungan LIPI.
Kegiatan tersebut akan diselenggarakan dua kali, yang pertama di Jakarta(17/7) dan kedua di Bandung pada tanggal 25 Juli 2007.
Kegiatan di Jakarta diikuti oleh PH dari satuan kerja yang ada di Jakarta, Serpong, Serpong, Cibinong, Bogor, Cibodas dan Bali, namun dari Bali tidak hadir, sedangkan untuk kegiatan di Bandung nanti akan diikuti oleh PH dari Bandung ,Subang, Kebumen dan Yogyakarta.
Dalam seminar di Jakarta tersebut, tampil tiga pembicara kandidat dari PH berprestasi, yang nantinya akan dipilih satu pranata humas berprestasi terbaik, masing-masing pranata humas tersebut adalah Sugiarti,Pranata Humas Muda dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-LIPI, Mustari Tisna Amijaya,A.Md, Pranata Humas Pelaksana Lanjutan dari P2 Telimek - LIPI Bandung dan Ir. Sugiono Pranata Humas Muda, UPT BPI - LIPI Bandung.
Sedangkan kandidat dari PH berprestasi dari Jakarta nanti akan berpresentasi di Bandung. Jadi kegiatan ini sekaligus dua acara yang menjadi satu yaitu, satu seminar untuk memberikan wawasan kepada PH di lingkungan LIPI, disisi lain untuk memilih PH berprestasi di LIPI dalam kaitan HUT LIPI ke-40 ( T.Gs/toeb/c)
Info ini dikutip dari Kominfo-Newsroom, sugiono Bandung

Selasa, 03 Juli 2007

INTERNET MASUK DESA

Jumat, 15-Juni-2007, 16:59:27
Jakarta, Kominfo-Newsroom – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Muhammad Nuh menyatakan salah satu tugas utama dari Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) adalah untuk meningkatkan kemampuan mengakses informasi atau information access ability bagi masyarakat Indonesia.

''Tujuan dari information access ability adalah agar masyarakat umum bisa mengakses informasi yang ada,'' ujar Menkominfo dalam kunjungannya ke redaksi harian Rakyat Merdeka di Jakarta, Kamis (14/6) malam.

Menurutnya agar informasi itu bisa diakses oleh masyarakat umum, maka diperlukan beberapa hal diantaranya adalah ketersediaan infrastruktur, keterjangkauan harga, serta adanya transformasi sosial atau budaya dalam masyarakat..

Terkait dengan ketersediaan infrastruktur, ia menginformasikan bahwa pada saat ini tidak semua wilayah di Indonesia tersedia jaringan informasi.

''Di Indonesia pada saat ini terdapat 70.000 desa yang tersebar di seluruh Indonesia dan dari jumlah tersebut masih terdapat 38.000 desa yang masih belum terdapat jaringan informasi,'' katanya.

Tidak semua desa mendapat jaringan informasi terdapat di luar pulau Jawa, karena pada kenyataannya masih ada desa-desa di pulau Jawa yang belum terdapat jaringan informasi. Contohnya saja di Jawa Timur, disana masih terdapat 2.300 desa yang belum terdapat jaringan informasi.

Oleh karena itu, Menkominfo berharap agar pada tahun 2007 dan 2008 seluruh desa yang ada di Indonesia sudah dapat tersedia infrastruktur dasar untuk jaringan informasi.

''Saya menginginkan tidak hanya jaringan telepon saja yang dapat tersambung di desa-desa yang belum terdapat jaringan informasi tersebut, akan tetapi desa-desa tersebut akan dilengkapi dengan sistem internet agar bisa lebih diberdayakan sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat disana akan meningkat,'' tambahnya. (T.Yw/toeb./b)

Dikutip oleh Sugiono dari endonesia.com, Jum'at 15 Juni 2007

“TAHUN 2005 PRODUKSI SEPEDA MOTOR DITINGKATKAN”



Industri sepeda motor akan meningkatkan kapasitas produksi pada 2005 untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan yang diperkirakan terus terjadi hingga beberapa tahun ke depan. Saat ini, hampir seluruh pabrikan sepeda motor sudah melampaui kapasitas terpasangnya. Ketua Umum Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI), Ridwan Gunawan, mengatakan, sejak September hingga hingga Desember hampir seluruh pabrik sepeda motor khususnya anggota AISI sudah menerapkan waktu tujuh hari kerja dan tiga bagian waktu kerja (shift) sehingga memerlukan tambahan pabrik. Idealnya lima hari kerja dengan dua shift. Tapi pabrik terpaksa melakukan penambahan waktu kerja karena tingginya permintaan dalam negeri?, kata Ridwan usai memaparkan hasil uji publik untuk 10 merek sepeda motor yang dilakukan Ditjen Industri Logam, Metal, Elektronik dan Aneka (ILMEA) Depperin bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta, kemarin. Tahun ini kapasitas terpasang seluruh pabrik motor anggota AISI rata-rata per bulan 3,8 juta unit dari 4,0 juta unit. Bila ditambah pabrikan non-AISI produksi motor mencapai 4,2 juta. Khusus untuk anggota AISI, produksi dan penjualan 2004 hampir seimbang dan hanya meninggalkan sedikit stok. Tahun ini peningkatan produksi mencapai 40 persen dari tahun lalu. Tahun ini di luar dugaan bias naik 40 persen karena kita berasumsi sebelumnya bakal ada Pemilu dan lain-lain ?, ungkap Ridwan. Anggota AISI seperti Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki sudah mempersiapkan untuk membuka pabrik batru. Pembanguan pabrik untuk menambah kapasitas produksi oleh anggota AISI, menurut Ridwan, baru terelasisasi 2005, dengan opersional penuh pada September atau Oktober.
Honda mulai mengoperasikan pabrik barunya di Cibitung Bekasi September 2005, bertujuan meningkatkan kapasitas produksi. Begitu pula dengan Yamaha diperkirakan awal 2006 membuat pabrik baru. Suzuki juga sudah mempersiapkan arealnya? paparnya sambil menambahkan diharapkan 2005 produksi dari anggota AISI bias mencapai 4,5 juta unit atau naik 20 persen dibandingkan tahun 2004. Lebih lanjut Ridwan mengatakan, diperkirakan permintaan sepeda motor sebagai alternatif kendaraan yang lebih mudah di dapat akan tetap tinggi untuk beberapa tahun ke depan. Diperkirakan, pasar tidak akan mengalami kejenuhan hingga tahun 2010. Kejenuhan pasar secara makro terjadi pada waktu kepadatn kepemilikan motor mendekati perbandingan penduduk dengan sepeda motor mencapai 4:1. Ini bias dibilang titik kejenuhan. Malaysia dan Thailand pasarnya sudah jenuh, Taiwan belum karena titik jenuhnya 1,8:1 ?, kata Ridwan. Di Indoensia sendiri saat ini perbandingan kepemilikan baru mencapai 10:1. Jadi masih ada peluang. Perbandingan mendekati 4:1 ini terindikasi bahwa telah tercipta kemakmuran sehingga konsumen mulai memikirkan pakai mobil ?, ujarnya. Sementara itu, Direktur Alat Angkut Darat dan Kedirgantaraan Ditjen ILMEA Depperin, Mohammad Setiono mengatakan, meningkatnya permintaan sepeda motor dalam negeri harus dibarengi pelayanan informasi mengenai kondisi dan performa seluruh merek sepeda motor. Untuk itu, pemerintah bekerjasama dengan AISI dan Lembaga Konsumen melakukan uji publik sepeda motor secara berkala. Kita sudah melakukan uji publik sejak 2002. tahun ini kita menguji 10 merek terakhir yang beredar di pasar dalam negeri. Total motor yang diuji di Balai Termodinamika, Motor dan Propulsi (BTMP) BPPT mencapai 61 merek ? kata Setiono. Hasil pengujian akan disosialisasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat sebagai konsumen bias membedakan dan memilih sesuai klarifikasi masing-masing merek sepeda motor yang sudah diuji. Uji publik ini mencakup uji jalan, percepatan, jarak pengereman serta uji kerja dan ketahanan mesin. (CW-4).
Dikutip oleh Sugiono dari Sumber: Suara Karya 31/12/04 *rc

Senin, 25 Juni 2007

MENGAPA PERLU ISO ?

Dipresentasikan oleh: M. Ayu Indrakirana Amanda
Rabu, 17 April 2007 pada Pertemuan Bulanan Fortamas LIPI Bandung
di UPT BPI LIPI Gedung 30 Lt.2 Ruang Serbaguna



Pendahuluan


Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono optimistis bahwa tahun 2030 Indonesia termasuk dalam lima besar Ekonomi Dunia (Media Indonesia, Jumat 23 Maret 2007). Tahun 2025 Indonesia diprediksi masuk sebagai tujuh negara terbesar setelah China, Amerika Serikat, Uni Eropah, India, Jepang, dan Brazil dan pada tahun 2030 akan bergeser menjadi China, India, Amerika Serikat, Uni Eropah, Indonesia, Jepang, dan Brazil.

Dengan terbukanya pasar global tersebut, kita telah merasakan pengaruh berupa krisis moneter. Salah satu gejala globalisasi lain adalah internasionalisasi standar. Di Indonesia sudah akrab dikenal ada standar Sistem Manajemen Mutu (ISO 9000) dan sedang dikembangkan standar untuk Sistem Manajemen Lingkungan berupa ISO 14000. Penerapan kedua standar tersebut (yang dibuktikan dengan sertifikasi) sering menjadi senjata pasar untuk menilai kinerja suatu perusahaan, dan menekan perusahaan yang tidak menerapkannya.
Standarisasi industri jasa akan menjadi isu terhangat dalam dekade mendatang, karena sector jasa ini akan mendominasi 30 persen perdagangan dunia.

Kata kunci : standar, internasional, globalisasi


Nama dan Sejarah Dibentuknya ISO

Untuk suatu maksud yang sama bila menggunakan beberapa bahasa yang berbeda maka akan terjadi beberapa istilah yang berbeda, seperti misalnya dalam Bahasa Inggris disebut IOS (International Organization for Standardization, dalam bahasa Perancis disebut OIN, dari Organisation internationale de normalization). Karena perbedaan nama tersebut maka diputuskan menggunakan kata asal dari Yunani ISOS yang artinya “sama” . Maka di negara manapun, bahasa apapun, nama yang dipakai adalah ISO.

Standardisasi internasional dimulai dari bidang elektronika, yang dibentuk pada tahun 1906
yaitu IEC (International Electrotechnical Commission). Tahun 1926 dibentuk International Federation of the National Standardizing Associations (ISA), penekanan standarisasi pada ISA adalah teknik mesin, dan ini berakhir pada tahun 1942. Tahun 1946 delegasi dari 25 negara bertemu di London dan memutuskan membentuk suatu organisasi internasional yang akan “memfasilitasi koordinasi internasional dan unifikasi standar2 industri”. Organisasi baru tersebut bernama ISO berdiri pada tanggal 23 Februari 1947.

Sekarang ISO merupakan jaringan dari 157 negara atas dasar satu anggota per satu negara, dan pusat sekretariatnya terletak di Genewa, Swiss, yang bertugas mengkordinasikan sistem.

ISO adalah suatu organisasi non pemerintah. Seperti halnya dengan sistem Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menghimpun delegasi-delegasi dari pemerintah, maka ISO berfungsi menjembatani posisi antara sektor pemerintah dan swasta. Di satu pihak beberapa anggota adalah bagian dari pemerintahan di negara-negara mereka, di pihak lain anggota berasal dari sektor swasta yang sangat mendasar.


Mengapa Standarisasi Internasional diperlukan?

Standar memberikan kontribusi yang sangat besar dalam banyak aspek kehidupan kita. Sebagai contoh seorang pembeli/pengguna suatu produk. Dia akan sangat memperhatikan kualitas, keselamatan, tahan uji/reliable, efisiensi, dan apakah barang dapat ditukar, yang semuanya ini akan diharapkan akan memberikan keuntungan yang bernilai ekonomi.

ISO mengembangkan banyak standar di dunia. Walaupun pada prinsipnya ISO mengembangkan standar di bidang teknik, tetapi ISO juga membuat standar yang penting untuk bidang ekonomi, sosial.
Standar-standar internasional yang ISO dikembangkan sangat berguna. Standar-standar itu berguna untuk para industrial, organisasi-organisasi bisnis dari berbagai jenis, pemerintah dan badan-badan pengatur & pengawas, kantor-kantor dagang, supplier & pelanggan produk, pelayanan-pelayanan sektor publik dan swasta.

ISO standar membuat perdagangan antar negara menjadi lebih mudah dan bebas. Standar-standar yang disiapkan berupa teknik dasar peraturan-peraturan untuk kesehatan, keselamatan, dan aturan-aturan untuk lingkungan. Mereka juga mentransfer teknologi ke negara-negara berkembang.

Rencana strategi ISO tahun 2005-2010 menggarisbawahi visi global dari oganisasi tahun 2010, bersama dengan tujuh sasaran strategi untuk melihat apa yang diharapkan oleh anggota-anggota ISO dan para stakeholder.

Dalam bidang standar, saat ini ada dua gerakan yang berjalan paralel dan saling melengkapi, yaitu:
1. ISO 9000 : Gerakan mutu untuk memuaskan pelanggan.
2. ISO 14000 :Persyaratan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja terbaru.


Keuntungan dari Standar-Standar ISO

1.  Pelaku Bisnis
Adopsi yang tersebar luas dari standar-standar internasional artinya para supplier dapat mendasarkan produk dan pelayanan mereka kepada spesifikasi yang mereka dapat di dalam berbagai sektor. Ini artinya para pebisnis menggunakan standar internasional meningkat bebas untuk bersaing dengan banyak pasar di seluruh dunia.

2. Customer (pelanggan)
Kesesuaian teknologi di seluruh dunia yang dicapai atas produk-produk dan pelayanan-pelayanan didasarkan pada standar internasional akan meningkatkan untuk memperluas pilihan penawaran, dan mereka juga akan diuntungkan akibat-akibat persaingan antar supplier.

3. Pemerintah
Standar internasional menyediakan teknologi dan ilmu pengetahuan berdasarkan kesehatan, keselamatan, dan legislasi lingkungan.

4. Pembuat Kebijakan Perdagangan

  • Negosiasi atas pasar regional dengan global menimbulkan kekuatan baru.
  • Menciptakan “level playing field” untuk semua competitor pada pasar tersebut.
  • Menciptakan batasan teknis untuk perdagangan walaupun ada persetujuan politik yang menahan kuota impor dan sebangsanya.
5. Negara-negara berkembang
  • Memperoleh konsensus yang merupakan sumber penting untuk ketrampilan teknologi. (techno-logical know-how).
  • Mendapat keputusan/informasi yang benar kapan mereka kapan mereka menginvest sumber daya yang jarang sehingga dapat menghindari penghamburan biaya.
6. Pemakai (consumer)
Kecocokan dari produk dan pelayanan akin menjamin atas kualitas, keselamatan dan dapat dipercaya (reliable)

7. Siapapun (everyone)
Menjamin kualitas hidup secara umum dengan keyakinan bahwa transport, mesin, dan peralatan yang digunakan terjamin keselamatannya.

8. Planet tempat kita hidup
Standar internasional di udara, air dan tanah, kualitas dan emisi dari gas dan radiasi, dapat berperan serta untuk tetap menjaga lingkungan.


Mengapa Membuat ISO 9000 dan ISO 14000 secara Khusus?

ISO 9000 dan ISO 14000 adalah standar ISO yang dikenal secara luas. ISO 9000 sudah menjadi referensi internasional untuk kebutuhan kualitas di dalam transaksi suatu bisnis ke bisnis lain. Dan ISO 14000 akan membantu organisasi untuk siap menghadapi tantangan mengenai lingkungan.

Secara mayoritas standar-standar ISO merupakan produk-produk, material, atau proses khusus yang spesifik. Bagaimanapun standar-standar yang memiliki ISO 9000 dan ISO 14000 secara luas mempunyai reputasi yang disebut “generic management system standards”. Artinya juga diterapkan pada organisasi apapun, besar atau kecil, bisnis enterprise, administrasi negara, departemen pemerintah. “Generic” juga menunjukkan apakah organisasi itu melaksanakan atau tidak, bila ingin meningkatkan kualitas system managemen dan managemen lingkungan, maka ia akan menerapkan ISO 9000 dan ISO 14000.


Contoh-Contoh ISO 9000 dan ISO 14000

Pedoman khusus untuk penerapan ISO 9000
ISO 9000 dipersiapkan pada sektor jasa yang meliputi :

- Hotel
- Supermarket
- Pusat Pelayanan
- Penyalur Umum
- Akuntan
- Bank
- Restoran
- Dan lain-lain

Contoh : Hotel

 

ISO 9000 sangat memperhatikan kualitas manajemen. Artinya, organisasi itu betul-betul meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan senantiasa menyiapkan keperluan-keperluan yang aplikable dan selalu meningkatkan penampilannya. Sedangkan ISO 14000 mengutamakan peduli pada manajemen lingkungan. Artinya organisasi ini betul-betul ingin meminimalkan akibat-akibat yang berbahaya yang disebabkan oleh aktivitas-aktivitas yang dilakukan, serta secara kontinu selalu memperbaiki penampilan lingkungan (environmental performance).

Pedoman khusus untuk penerapan ISO 14000 dipersiapkan pada manajemen lingkungan yang didasarkan pada standar BSI yang meliputi :
- Persyaratan lingkungan,
- Kesehatan dan keselamatan kerja


Contoh Manual Kesehatan dan Keselamatan Kerja



Aturan-aturan dari ISO standar bisa dari 4 halaman sampai beberapa ratus halaman. Sampai sekarang ISO sudah menerbitkan sekitar 16.000 standar internasional.


Kesimpulan

Membaca uraian di atas, dengan semakin memahami ISO khususnya ISO 9000 dan ISO 14000 diharapkan Indonesia khususnya kita sudah siap untuk membenahi diri agar dapat selalu menyesuaikan pekerjaan pelayanan jasa dan menjaga lingkungan sesuai dengan aturan-aturan standar internasional sehingga kerjasama secara global dapat dilaksanakan. Kesiapan ini tentunya akan menambah mitra kerjasama untuk menuju prospek yang lebih baik.


Daftar Pustaka

1. Brian Rothery, ISO 9000 & ISO 14000 untuk industri jasa
2. Internet