Anggota Fortamas LIPI
BANDUNG,SUBANG DAN KARANGSAMBUNG

Media ini merupakan alat promosi usaha anda, bila anda ingin bergabung silahkan kirim e-mail pada :

fortamas.lipi.bdg@gmail.com

Selasa, 03 Juli 2007

INTERNET MASUK DESA

Jumat, 15-Juni-2007, 16:59:27
Jakarta, Kominfo-Newsroom – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Muhammad Nuh menyatakan salah satu tugas utama dari Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) adalah untuk meningkatkan kemampuan mengakses informasi atau information access ability bagi masyarakat Indonesia.

''Tujuan dari information access ability adalah agar masyarakat umum bisa mengakses informasi yang ada,'' ujar Menkominfo dalam kunjungannya ke redaksi harian Rakyat Merdeka di Jakarta, Kamis (14/6) malam.

Menurutnya agar informasi itu bisa diakses oleh masyarakat umum, maka diperlukan beberapa hal diantaranya adalah ketersediaan infrastruktur, keterjangkauan harga, serta adanya transformasi sosial atau budaya dalam masyarakat..

Terkait dengan ketersediaan infrastruktur, ia menginformasikan bahwa pada saat ini tidak semua wilayah di Indonesia tersedia jaringan informasi.

''Di Indonesia pada saat ini terdapat 70.000 desa yang tersebar di seluruh Indonesia dan dari jumlah tersebut masih terdapat 38.000 desa yang masih belum terdapat jaringan informasi,'' katanya.

Tidak semua desa mendapat jaringan informasi terdapat di luar pulau Jawa, karena pada kenyataannya masih ada desa-desa di pulau Jawa yang belum terdapat jaringan informasi. Contohnya saja di Jawa Timur, disana masih terdapat 2.300 desa yang belum terdapat jaringan informasi.

Oleh karena itu, Menkominfo berharap agar pada tahun 2007 dan 2008 seluruh desa yang ada di Indonesia sudah dapat tersedia infrastruktur dasar untuk jaringan informasi.

''Saya menginginkan tidak hanya jaringan telepon saja yang dapat tersambung di desa-desa yang belum terdapat jaringan informasi tersebut, akan tetapi desa-desa tersebut akan dilengkapi dengan sistem internet agar bisa lebih diberdayakan sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat disana akan meningkat,'' tambahnya. (T.Yw/toeb./b)

Dikutip oleh Sugiono dari endonesia.com, Jum'at 15 Juni 2007

“TAHUN 2005 PRODUKSI SEPEDA MOTOR DITINGKATKAN”



Industri sepeda motor akan meningkatkan kapasitas produksi pada 2005 untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan yang diperkirakan terus terjadi hingga beberapa tahun ke depan. Saat ini, hampir seluruh pabrikan sepeda motor sudah melampaui kapasitas terpasangnya. Ketua Umum Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI), Ridwan Gunawan, mengatakan, sejak September hingga hingga Desember hampir seluruh pabrik sepeda motor khususnya anggota AISI sudah menerapkan waktu tujuh hari kerja dan tiga bagian waktu kerja (shift) sehingga memerlukan tambahan pabrik. Idealnya lima hari kerja dengan dua shift. Tapi pabrik terpaksa melakukan penambahan waktu kerja karena tingginya permintaan dalam negeri?, kata Ridwan usai memaparkan hasil uji publik untuk 10 merek sepeda motor yang dilakukan Ditjen Industri Logam, Metal, Elektronik dan Aneka (ILMEA) Depperin bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta, kemarin. Tahun ini kapasitas terpasang seluruh pabrik motor anggota AISI rata-rata per bulan 3,8 juta unit dari 4,0 juta unit. Bila ditambah pabrikan non-AISI produksi motor mencapai 4,2 juta. Khusus untuk anggota AISI, produksi dan penjualan 2004 hampir seimbang dan hanya meninggalkan sedikit stok. Tahun ini peningkatan produksi mencapai 40 persen dari tahun lalu. Tahun ini di luar dugaan bias naik 40 persen karena kita berasumsi sebelumnya bakal ada Pemilu dan lain-lain ?, ungkap Ridwan. Anggota AISI seperti Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki sudah mempersiapkan untuk membuka pabrik batru. Pembanguan pabrik untuk menambah kapasitas produksi oleh anggota AISI, menurut Ridwan, baru terelasisasi 2005, dengan opersional penuh pada September atau Oktober.
Honda mulai mengoperasikan pabrik barunya di Cibitung Bekasi September 2005, bertujuan meningkatkan kapasitas produksi. Begitu pula dengan Yamaha diperkirakan awal 2006 membuat pabrik baru. Suzuki juga sudah mempersiapkan arealnya? paparnya sambil menambahkan diharapkan 2005 produksi dari anggota AISI bias mencapai 4,5 juta unit atau naik 20 persen dibandingkan tahun 2004. Lebih lanjut Ridwan mengatakan, diperkirakan permintaan sepeda motor sebagai alternatif kendaraan yang lebih mudah di dapat akan tetap tinggi untuk beberapa tahun ke depan. Diperkirakan, pasar tidak akan mengalami kejenuhan hingga tahun 2010. Kejenuhan pasar secara makro terjadi pada waktu kepadatn kepemilikan motor mendekati perbandingan penduduk dengan sepeda motor mencapai 4:1. Ini bias dibilang titik kejenuhan. Malaysia dan Thailand pasarnya sudah jenuh, Taiwan belum karena titik jenuhnya 1,8:1 ?, kata Ridwan. Di Indoensia sendiri saat ini perbandingan kepemilikan baru mencapai 10:1. Jadi masih ada peluang. Perbandingan mendekati 4:1 ini terindikasi bahwa telah tercipta kemakmuran sehingga konsumen mulai memikirkan pakai mobil ?, ujarnya. Sementara itu, Direktur Alat Angkut Darat dan Kedirgantaraan Ditjen ILMEA Depperin, Mohammad Setiono mengatakan, meningkatnya permintaan sepeda motor dalam negeri harus dibarengi pelayanan informasi mengenai kondisi dan performa seluruh merek sepeda motor. Untuk itu, pemerintah bekerjasama dengan AISI dan Lembaga Konsumen melakukan uji publik sepeda motor secara berkala. Kita sudah melakukan uji publik sejak 2002. tahun ini kita menguji 10 merek terakhir yang beredar di pasar dalam negeri. Total motor yang diuji di Balai Termodinamika, Motor dan Propulsi (BTMP) BPPT mencapai 61 merek ? kata Setiono. Hasil pengujian akan disosialisasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat sebagai konsumen bias membedakan dan memilih sesuai klarifikasi masing-masing merek sepeda motor yang sudah diuji. Uji publik ini mencakup uji jalan, percepatan, jarak pengereman serta uji kerja dan ketahanan mesin. (CW-4).
Dikutip oleh Sugiono dari Sumber: Suara Karya 31/12/04 *rc

Senin, 25 Juni 2007

MENGAPA PERLU ISO ?

Dipresentasikan oleh: M. Ayu Indrakirana Amanda
Rabu, 17 April 2007 pada Pertemuan Bulanan Fortamas LIPI Bandung
di UPT BPI LIPI Gedung 30 Lt.2 Ruang Serbaguna



Pendahuluan


Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono optimistis bahwa tahun 2030 Indonesia termasuk dalam lima besar Ekonomi Dunia (Media Indonesia, Jumat 23 Maret 2007). Tahun 2025 Indonesia diprediksi masuk sebagai tujuh negara terbesar setelah China, Amerika Serikat, Uni Eropah, India, Jepang, dan Brazil dan pada tahun 2030 akan bergeser menjadi China, India, Amerika Serikat, Uni Eropah, Indonesia, Jepang, dan Brazil.

Dengan terbukanya pasar global tersebut, kita telah merasakan pengaruh berupa krisis moneter. Salah satu gejala globalisasi lain adalah internasionalisasi standar. Di Indonesia sudah akrab dikenal ada standar Sistem Manajemen Mutu (ISO 9000) dan sedang dikembangkan standar untuk Sistem Manajemen Lingkungan berupa ISO 14000. Penerapan kedua standar tersebut (yang dibuktikan dengan sertifikasi) sering menjadi senjata pasar untuk menilai kinerja suatu perusahaan, dan menekan perusahaan yang tidak menerapkannya.
Standarisasi industri jasa akan menjadi isu terhangat dalam dekade mendatang, karena sector jasa ini akan mendominasi 30 persen perdagangan dunia.

Kata kunci : standar, internasional, globalisasi


Nama dan Sejarah Dibentuknya ISO

Untuk suatu maksud yang sama bila menggunakan beberapa bahasa yang berbeda maka akan terjadi beberapa istilah yang berbeda, seperti misalnya dalam Bahasa Inggris disebut IOS (International Organization for Standardization, dalam bahasa Perancis disebut OIN, dari Organisation internationale de normalization). Karena perbedaan nama tersebut maka diputuskan menggunakan kata asal dari Yunani ISOS yang artinya “sama” . Maka di negara manapun, bahasa apapun, nama yang dipakai adalah ISO.

Standardisasi internasional dimulai dari bidang elektronika, yang dibentuk pada tahun 1906
yaitu IEC (International Electrotechnical Commission). Tahun 1926 dibentuk International Federation of the National Standardizing Associations (ISA), penekanan standarisasi pada ISA adalah teknik mesin, dan ini berakhir pada tahun 1942. Tahun 1946 delegasi dari 25 negara bertemu di London dan memutuskan membentuk suatu organisasi internasional yang akan “memfasilitasi koordinasi internasional dan unifikasi standar2 industri”. Organisasi baru tersebut bernama ISO berdiri pada tanggal 23 Februari 1947.

Sekarang ISO merupakan jaringan dari 157 negara atas dasar satu anggota per satu negara, dan pusat sekretariatnya terletak di Genewa, Swiss, yang bertugas mengkordinasikan sistem.

ISO adalah suatu organisasi non pemerintah. Seperti halnya dengan sistem Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menghimpun delegasi-delegasi dari pemerintah, maka ISO berfungsi menjembatani posisi antara sektor pemerintah dan swasta. Di satu pihak beberapa anggota adalah bagian dari pemerintahan di negara-negara mereka, di pihak lain anggota berasal dari sektor swasta yang sangat mendasar.


Mengapa Standarisasi Internasional diperlukan?

Standar memberikan kontribusi yang sangat besar dalam banyak aspek kehidupan kita. Sebagai contoh seorang pembeli/pengguna suatu produk. Dia akan sangat memperhatikan kualitas, keselamatan, tahan uji/reliable, efisiensi, dan apakah barang dapat ditukar, yang semuanya ini akan diharapkan akan memberikan keuntungan yang bernilai ekonomi.

ISO mengembangkan banyak standar di dunia. Walaupun pada prinsipnya ISO mengembangkan standar di bidang teknik, tetapi ISO juga membuat standar yang penting untuk bidang ekonomi, sosial.
Standar-standar internasional yang ISO dikembangkan sangat berguna. Standar-standar itu berguna untuk para industrial, organisasi-organisasi bisnis dari berbagai jenis, pemerintah dan badan-badan pengatur & pengawas, kantor-kantor dagang, supplier & pelanggan produk, pelayanan-pelayanan sektor publik dan swasta.

ISO standar membuat perdagangan antar negara menjadi lebih mudah dan bebas. Standar-standar yang disiapkan berupa teknik dasar peraturan-peraturan untuk kesehatan, keselamatan, dan aturan-aturan untuk lingkungan. Mereka juga mentransfer teknologi ke negara-negara berkembang.

Rencana strategi ISO tahun 2005-2010 menggarisbawahi visi global dari oganisasi tahun 2010, bersama dengan tujuh sasaran strategi untuk melihat apa yang diharapkan oleh anggota-anggota ISO dan para stakeholder.

Dalam bidang standar, saat ini ada dua gerakan yang berjalan paralel dan saling melengkapi, yaitu:
1. ISO 9000 : Gerakan mutu untuk memuaskan pelanggan.
2. ISO 14000 :Persyaratan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja terbaru.


Keuntungan dari Standar-Standar ISO

1.  Pelaku Bisnis
Adopsi yang tersebar luas dari standar-standar internasional artinya para supplier dapat mendasarkan produk dan pelayanan mereka kepada spesifikasi yang mereka dapat di dalam berbagai sektor. Ini artinya para pebisnis menggunakan standar internasional meningkat bebas untuk bersaing dengan banyak pasar di seluruh dunia.

2. Customer (pelanggan)
Kesesuaian teknologi di seluruh dunia yang dicapai atas produk-produk dan pelayanan-pelayanan didasarkan pada standar internasional akan meningkatkan untuk memperluas pilihan penawaran, dan mereka juga akan diuntungkan akibat-akibat persaingan antar supplier.

3. Pemerintah
Standar internasional menyediakan teknologi dan ilmu pengetahuan berdasarkan kesehatan, keselamatan, dan legislasi lingkungan.

4. Pembuat Kebijakan Perdagangan

  • Negosiasi atas pasar regional dengan global menimbulkan kekuatan baru.
  • Menciptakan “level playing field” untuk semua competitor pada pasar tersebut.
  • Menciptakan batasan teknis untuk perdagangan walaupun ada persetujuan politik yang menahan kuota impor dan sebangsanya.
5. Negara-negara berkembang
  • Memperoleh konsensus yang merupakan sumber penting untuk ketrampilan teknologi. (techno-logical know-how).
  • Mendapat keputusan/informasi yang benar kapan mereka kapan mereka menginvest sumber daya yang jarang sehingga dapat menghindari penghamburan biaya.
6. Pemakai (consumer)
Kecocokan dari produk dan pelayanan akin menjamin atas kualitas, keselamatan dan dapat dipercaya (reliable)

7. Siapapun (everyone)
Menjamin kualitas hidup secara umum dengan keyakinan bahwa transport, mesin, dan peralatan yang digunakan terjamin keselamatannya.

8. Planet tempat kita hidup
Standar internasional di udara, air dan tanah, kualitas dan emisi dari gas dan radiasi, dapat berperan serta untuk tetap menjaga lingkungan.


Mengapa Membuat ISO 9000 dan ISO 14000 secara Khusus?

ISO 9000 dan ISO 14000 adalah standar ISO yang dikenal secara luas. ISO 9000 sudah menjadi referensi internasional untuk kebutuhan kualitas di dalam transaksi suatu bisnis ke bisnis lain. Dan ISO 14000 akan membantu organisasi untuk siap menghadapi tantangan mengenai lingkungan.

Secara mayoritas standar-standar ISO merupakan produk-produk, material, atau proses khusus yang spesifik. Bagaimanapun standar-standar yang memiliki ISO 9000 dan ISO 14000 secara luas mempunyai reputasi yang disebut “generic management system standards”. Artinya juga diterapkan pada organisasi apapun, besar atau kecil, bisnis enterprise, administrasi negara, departemen pemerintah. “Generic” juga menunjukkan apakah organisasi itu melaksanakan atau tidak, bila ingin meningkatkan kualitas system managemen dan managemen lingkungan, maka ia akan menerapkan ISO 9000 dan ISO 14000.


Contoh-Contoh ISO 9000 dan ISO 14000

Pedoman khusus untuk penerapan ISO 9000
ISO 9000 dipersiapkan pada sektor jasa yang meliputi :

- Hotel
- Supermarket
- Pusat Pelayanan
- Penyalur Umum
- Akuntan
- Bank
- Restoran
- Dan lain-lain

Contoh : Hotel

 

ISO 9000 sangat memperhatikan kualitas manajemen. Artinya, organisasi itu betul-betul meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan senantiasa menyiapkan keperluan-keperluan yang aplikable dan selalu meningkatkan penampilannya. Sedangkan ISO 14000 mengutamakan peduli pada manajemen lingkungan. Artinya organisasi ini betul-betul ingin meminimalkan akibat-akibat yang berbahaya yang disebabkan oleh aktivitas-aktivitas yang dilakukan, serta secara kontinu selalu memperbaiki penampilan lingkungan (environmental performance).

Pedoman khusus untuk penerapan ISO 14000 dipersiapkan pada manajemen lingkungan yang didasarkan pada standar BSI yang meliputi :
- Persyaratan lingkungan,
- Kesehatan dan keselamatan kerja


Contoh Manual Kesehatan dan Keselamatan Kerja



Aturan-aturan dari ISO standar bisa dari 4 halaman sampai beberapa ratus halaman. Sampai sekarang ISO sudah menerbitkan sekitar 16.000 standar internasional.


Kesimpulan

Membaca uraian di atas, dengan semakin memahami ISO khususnya ISO 9000 dan ISO 14000 diharapkan Indonesia khususnya kita sudah siap untuk membenahi diri agar dapat selalu menyesuaikan pekerjaan pelayanan jasa dan menjaga lingkungan sesuai dengan aturan-aturan standar internasional sehingga kerjasama secara global dapat dilaksanakan. Kesiapan ini tentunya akan menambah mitra kerjasama untuk menuju prospek yang lebih baik.


Daftar Pustaka

1. Brian Rothery, ISO 9000 & ISO 14000 untuk industri jasa
2. Internet

Senin, 14 Mei 2007

Memahami Fungsi dan Proses Humas

Dipresentasikan oleh: Dra. Ria Sumarni
Rabu, 17 April 2007 pada Pertemuan Bulanan Fortamas LIPI Bandung
di UPT BPI LIPI Gedung 30 Lt.2 Ruang Serbaguna


Pendahuluan

Humas atau Hubungan Masyarakat mempunyai peran sangat penting di dalam suatu organisasi. Di zaman globalisasi seperti ini dibutuhkan Humas yang bisa bekerjasama secara profesional dan bisa mengambil sikap pada saat saat genting.
Organisasi tidak selalu berjalan mulus dan nyaman untuk mencapai tujuannya, terkadang mengalami krisis sehingga mungkin saja organisasi akan berjalan tersendat sendat bahkan berhenti sama sekali. Salah satu tugas Humas adalah menjaga secara telaten hubungan komunikasi antara organisasi dengan publik publiknya dengan demikian kepercayaan dan dukungan publik bisa ditingkatkan.


Fungsi dan Proses Humas

Seorang petugas Humas tidak cukup dibekali dengaan kemampuan berkomunikasi untuk menyebarkan informasi dan menerima informasi, tapi juga harus mampu mencari solusi pemecahan setiap permasalahan yang timbul akibat dari kecenderungan maupun kebijakan organisasi terhadap publik-publiknya. Oleh sebab itu,  petugas Humas harus memahami fungsi dan proses Humas .

Salah satu fungsi Humas adalah menjalin komunikasi dengan publik-publik organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam konteks ini, tujuan organisasi dibantu pencapaiannya melalui Humas dengan cara meningkatkaan kepercayaan publik, menjaga atau memperbaiki prestise organisasi, mendeteksi dan menangani isu-isu yang berkembang dan mengatasi kesalahpahaman dan prasangka.

Hal penting yang perlu diperhatikan oleh Humas adalah hubungan antar pengetahuan, sikap, dan tindakan, yaitu hubungan yang dipengaruhi oleh faktor situasi, seperti:

  • Tingkat pengenalan atau masalah;
  • Tingkat kendala untuk mengenali masalah (Apakah organisasi mempresepsikan bahwa masalah atau isu itu berada di bawah kendali atau kemampuannya untuk melakukan sesuatu);
  • Adanya kriteria acuan ( pengetahuan pengalaman yang dimiliki );
  • Tingkat keterlibatan.
Dampak dari komunikasi yang dilakukan tidak saja terbatas pada level perilaku, tapi bisa saja pada level pengetahuan dan level sikap. Jenis komunikasi yang dilakukaan adalah komunikasi dua arah. Humas tidak saja berfungsi sebagai komunikator atau pemberi informasi, tapi juga harus dapat berfungsi sebagai pendengar yang bisa menyimak informasi yang berasal dari publik. Karena kita tidak saja akan mendapat umpan balik (Feed back ) dari publik, tapi lebih dari itu, kita akan mendapat masukan saran, pernyataan aspirasi, harapan bahkan kritik.

Dalam prosesnya Humas harus melalui beberapa Tahapan, di antaranya :

1. Tahap Pengumpulan Fakta
Humas dalam melakukan kebijakannya atau dalam menangani masalah tidak dilakukan secara asal-asalan, tapi harus didasarkan pada fakta- fakta.

2. Perumusan fakta
Dari data data yang dikumpulkan berdasarkan fakta, Humas kemudian melakukan perumusan permasalahan yang dihadapi organisasi dalam kaitannya dengan relasi-relasi dan komunikasi dengan publik organisasi.

3. Menyusun rencana dan perancangan program Humas
Yaitu, rencana yang terkait dengan komunikasi antar organisasi dengan publik, misalnya dengan mengkomunikasikan program organisasi. Ada baiknya publik diberitahu tentang langkah langkah yang dilakukan perusahaan. Melalui berbagai kegiatan publisitas dan promosi, contohnya dengan memanfaatan media elektronik, media massa ( mengundang media untuk peliputan , menulis siaran pers/membuat press release , membuat situs internet) atau dengan pemberian informasi langsung (pameran),  penyebaran brosur, dan lain sebagainya. Intinya dapat menunjukkan kepedulian organisasi terhadap publik.

4. Evaluasi
Ditujukan untuk melihat apakah program kegiatan yang direncanakan berjalan dengan baik ? Apakah bisa mencapai tujuan atau belum mencapai tujuan ? Bila ternyata bisa mencapai tujuan, hal itu dapat dijadikan acuan dalam menjalankan kegiatan yang sama. Bila belum, kita harus bertanya mengapa bisa demikian? Hal ini berarti ada kesalahan dari progeam atau rencana yang telah dibuat dan tugas Humas adalah bisa menentukan langkah-langkah penyempurnaan dan memperbaikinya.

Analisis Iklim Umum Sikap dan Relasi Organisasi dengan Lingkungannya

Setiap organisasi berfungsi dalam sebuah sistem sehingga ada ketergantungan antara organisasi dan keseluruhan sistem. Itu sebabnya penting untuk memahami pelbagai kecenderungan yg ada dalam organisasi, bagaimana dampak kecenderungan tsb terhadap organisasi . Di antaranya sikap publik terhadap organisasi dan terhadap bidang yang ada di dalamnya.

1. Menentukan sikap setiap kelompok terhadap organisasi
Bila sikap publik terhadap organisasi sudah diketahui maka organisasi tersebut bisa menetukan apakah dalam sikap tersebut terdapat kesalahpahaman atau kebijakan dan tindakan organisasi mana yang melahirkan opini yang tidak favourable.

2.  Analisis kondisi Opini
Analisis ini bisa jadi menunjukkan adanya ketidak senangan di kalangan publik. Analisis ini bisa membantu dalam menyusun rencana perbaikan opini yang berkembang pada berbagai publik organisasi.

3. Antisipasi masalah masalah potensial , kebutuhan atau peluang
Analisis dan survey yang dilakukan organisasi bisa memperkirakan apa yang mungkin berkembang pada sijap publik, Berdasarkan hal ini bisa disarankan atau disusunrencana tindakan yang tepat.

5. Perumusan Kebijakan
Analisis bisa saja menunjukan kebijakan organisasi yang mana yang perlu diubah untuk memperbaiki sikap kelompok publik tersebut terhadap perusahaan.

6. Perencanaan Sarana untuk memperbaiki sikap kelompok publik
Dengan mengetahui apa yang dipikirkan oleh publik terhadap organisasi dan klarifikasi kebijakan yang empengaruhi opini publik , maka tersedia dasar untuk bertindak. Tinggal menyusun program kegiatan untuk mengatasi kesalah pahaman dan mengembangkan itikat baik.

7. Pelaksanaan kegiatan yang terencana
Pada tahap ini dijalankan kegiatan yang menggunakan sarana sarana Humas seperti publisstas, iklan dan kegiatan karyawan.

8. Umpan balik, evaluasi, dan penyempurnaan
Kondisi pasti terus berubah dan Humas berfungsi memberi sumbangan sekaligus dipengaruhi perubahan. Kaarena itu penting untuk terus mengkaji publik. Tindakan ini membantu dalam menilai hasil dan mengembangkan sekaligus menyempurnakan program progran Humas.

KIAT SUKSES MENJADIKAN INTERNET SEBAGAI MEDIA PENYEBARAN INFORMASI

Dipresentasikan oleh: Hanif Fakhrurroja, S.Si
Rabu, 14 Maret 2007 pada Pertemuan Bulanan Fortamas LIPI Bandung
di UPT BPI LIPI Gedung 30 Lt.2 Ruang Serbaguna


Apakah Internet Itu?
  • Internet adalah jaringan yang terhubung dalam internet protocol (IP) secara luas mencapai seluruh dunia.
  • Internet (inter-network) adalah sejumlah jaringan fisik yang saling terhubung dengan protocol yang sama (apa saja) untuk membentuk jaringan logic, selanjutnya disebut sebagai inter-network.
  • Internet sebagai komunitas jaringan komputer yang memberikan pelayanan http (world wide web). Dibedakan dengan intranet sebagai pelayanan http untuk kalangan terbatas. Pada mulanya pembatasan pada jaring fisik, yaitu LAN, kemudian berkembang termasuk pembatasan secara logis.
  • Intranet sebagai jaringan TCP/IP untuk kalangan terbatas. Masyarakat umum mengartikan sebagai jaringan lokal (LAN) dengan pengalamatan private IP.
Apakah Web Site Itu?
  • Homepage atau web site merupakan halaman yang ditampilkan pada komputer dari suatu alamat yang terdapat di internet. Internet dapat berfungsi sebagai pasar global dan bebas yang memasarkan berbagai macam produk dan jasa.
  • Untuk memperoleh suatu informasi pada internet, pemakai cukup menghubungi suatu alamat (alamat internet) dari perusahaan yang bersangkutan pada internet, kemudian alamat tersebut akan menampilkan suatu daftar atau tampilan yang dapat memberikan informasi sesuai keinginan pemakai. Alamat internet beserta tampilan yang dikeluarkan disebut dengan homepage.
Sejarah Internet
  • Pada awal diciptakannya, jaringan komputer dimanfaatkan oleh angkatan bersenjata Amerika untuk mengembangkan senjata nuklir. Amerika khawatir jika negaranya diserang maka komunikasi menjadi lumpuh. Untuk itulah mereka mencoba komunikasi dan menukar informasi melalui jaringan komputer.
  • Setelah angkatan bersenjata Amerika, dunia pendidikan pun merasa sangat perlu mempelajari dan mengembangkan jaringan komputer. Salah satunya adalah Universitas of California at Los Angeles (UCLA). Akhirnya tahun 1970 internet banyak digunakan di unversitas-universitas di Amerika dan berkembang pesat sampai saat ini. Agar para pengguna komputer dengan merek dan tipe berlainan dapat saling berhubungan, maka para ahli membuat sebuah protokol (semacam bahasa) yang sama untuk dipakai di internet. Namanya TCP (Transmission Control Protocol, bahasa Indonesianya Protokol Pengendali Transmisi) dan IP (Internet Protocol).
  • Tahun 1989, Timothy Berners-Lee, ahli komputer dari Inggris menciptakan World Wide Web yaitu semacam program yang memungkinkan suara, gambar, film, musik ditampilkan dalam internet. Karena penemuan inilah internet menjadi lebih menarik tampilannya dan sangat bervariasi. Dahulu internet hanya dapat digunakan oleh kalangan tertentu dan dengan komponen tertentu saja. Tetapi saat ini, orang yang berada dirumah pun bisa terhubung ke internet dengan menggunakan modem dan jaringan telepon. Selain itu, Internet banyak digunakan oleh perusahaan, lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, lembaga militer di seluruh dunia untuk memberikan informasi kepada masyarakat.
Apa Manfaat Web Site?
  • Sebagai media promosi bagi suatu perusahaan/instansi, karena dapat dilihat secara langsung oleh pelanggan atau calon pelanggan di dalam negeri maupun luar negeri dalam kurun waktu 24 jam sehari. Memiliki homepage sangat tepat bila perusahaan/instansi anda mencari rekanan dari luar negeri, karena saat ini perusahaan di luar negeri telah menggunakan internet sebagai media informasi, promosi, komunikasi dan pengiriman data.
  • Sebagai media pemasaran, karena pelanggan dapat langsung melakukan pemesanan melalui internet sesuai dengan fasilitas yang disediakan.
  • Meningkatkan citra perusahaan di mata mitra kerja, karena memberikan fasilitas informasi yang lebih cepat, karena pada homepage anda dapat menampilkan spesfikasi produk atau jasa yang diberikan.
7 Alasan Utama Mempromosikan Hasil Penelitian dan Pengembangan Produk Melalui Internet

1. Siap Sedia 24 Jam

Tidak seperti praktek bisnis offline lainnya yang layanannya
tergantung pada hari kerja dan jam kerja.
Web site selalu siap sedia 24 jam serta bisa diakses oleh pelanggan dari mana saja dan kapan saja.

2. Menjangkau Pangsa Pasar Yang Tertarget

Melalui media informasi online,kita bisa secara efektif memasarkan bisnis berdasarkan pangsa pasar yang ditargetkan. Baik dari segi area, minat, kebutuhan pelanggan, bahasa, dan lain-lain.

3. Mengangkat Citra (Image)

Dengan memiliki sebuah web site, citra (image) kita
bisa terangkat. Walau bisnis kita tidak besar, tetapi melalui kehadiran secara online, citra bisniskita akan terangkat dibandingkan kompetitor lain dan bisa bersaing dengan perusahaan besar.

4. Biaya Pemasaran Yang Lebih Efektif dan Efisien

Pemasaran melalui internet sangat tertarget dan biaya relatif lebih rendah dibanding pemasaran offline, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk pemasarannya juga lebih efektif dan efisien.

5. Memposisikan Citra Kita Di Masa Depan

Semakin hari, semakin banyak media informasi yang hadir secara online. Demikian juga kompetitor. Kalau tidak sekarang, kelak pun mereka akan menghadirkan bisnisnya melalui internet. Karena itu, kehadiran situs media informasikita di internet, setidaknya telah menolong memposisikan citra kita di masa depan.

6. Mempermudah Dalam Membangun Hubungan
Baik Dengan Pelanggan

Karena internet adalah media yang interaktif, Kita dapat dengan mudah menjalin komunikasi dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Baik itu melalui newsletter, ‘kotak saran’, survey/polling, forum,dll. Kelebihan macam-macam ‘perangkat’ Ini, Kita bisa melayani banyak pelanggan dalam satu waktu. Hal ini tentunya akan lebih menghemat waktu, tenaga dan biaya.

7. Sistem Otomatisasi Yang Responsif

Melalui sistem otomatisasi, web site kita bisa memberikan respon dengan cepat jika datang ‘pesanan’ atau permintaan informasi yang lebih lengkap dari pelanggan.
Di jaman yang serba instan ini, kecepatan layanan adalah kemutlakan.

Kiat Sukses Menjadi Pengelola Penyebaran Informasi Melalui Internet

1. Kecepatan

Dengan segala percepatan perkembangan teknologi, globalisasi, dan internet, laju perubahan pun semakin cepat dari yang pernah dibayangkan. Karena itu, kita harus bisa mengantisipasinya
dan sanggup bereaksi cepat, tapi juga penuh perhitungan.

2. Kemampuan Beradaptasi

Laju perubahan yang terjadi pada dunia internet membutuhkan bisnis yang lebih fleksibel dan adaptif dibandingkan sebelumnya. Anda harus menambah pengetahuan dan mampu menginterpretasinya, serta secara cepat merespon perubahan tersebut dimanapun
terjadinya –baik dalam teknologi dan kompetisi, juga pada pergantian pola pasar dan pembeli.

3. Eksperimen

Seorang pengelola penyebaran informasi melalui internet harus bersedia mencoba ide-ide baru di pasar yang dibidiknya. Kita tidak memiliki banyak waktu atau hanya mengandalkan “market research” yang sudah tidak up to date untuk mengevaluasi tindakan-tindakan Kita. Eksperimen dan siap bergerak cepat untuk beradaptasi dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan pasar kepada Anda.

4. Inovasi Yang Konstan

Meluncurkan produk ke pasar hanyalah sebuah permulaan. Dorongan kompetisi yang tak kenal henti dan tuntutan pasar terhadap perbaikan membuat fokus kita pada inovasi sangat penting.

5. Kolaborasi

Kita tidak bisa bekerja sendiri di pergerakan dengan kecepatan seperti saat ini. Internet memungkinkan Kita melibatkan banyak pemilik perusahaan dalam setiap langkah. Mulai dari kelahiran sebuah produk melalui riset, pembangunan produk, pengemasan, pengiriman, support dan proses perbaikan yang terus berjalan.

6. Jadilah Multidisipliner

Perusahaan dalam era ekonomi baru seperti sekarang menciptakan
solusi dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu seperti
teknologi, content, grafis, layanan dan hubungan. Karena itu,
seorang pengelola penyebaran informasi melalui internet yang sukses biasanya memahami berbagai disiplin il
mu.